Harian Berita — Presiden Prabowo Subianto menepis anggapan yang menyebut dirinya memiliki ambisi untuk memimpin secara otoriter. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan bertolak belakang dengan prinsip hidup yang selama ini ia pegang.
Dalam pernyataannya, Prabowo mengakui dirinya bukan sosok akademisi bergelar tinggi. Meski begitu, ia menilai kemampuan membedakan antara kebenaran dan kekeliruan jauh lebih penting dalam memimpin sebuah negara.
Berbicara di hadapan publik saat acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1), Prabowo menegaskan bahwa ia mampu menilai mana yang masuk akal dan mana yang tidak.
Menurutnya, kepekaan terhadap keadilan menjadi landasan utama dalam setiap keputusan yang ia ambil sebagai pemimpin negara. Atas dasar itulah, ia menyebut tuduhan ingin menjadi diktator sebagai narasi yang keliru.
Menyebut Tuduhan Diktator Tidak Masuk Akal
Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya kerap dituduh ingin mempertahankan kekuasaan hingga melakukan kudeta. Ia menilai tuduhan tersebut mengabaikan perjalanan panjang pengabdiannya kepada negara sejak usia muda.
Ia menekankan bahwa dedikasi kepada bangsa telah dimulai jauh sebelum dirinya menduduki kursi Presiden Republik Indonesia.
Prabowo mengingatkan bahwa sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk mengabdi kepada negara, termasuk saat bertugas sebagai prajurit TNI. Baginya, pengabdian tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral kepada bangsa dan rakyat Indonesia.
Kini, saat memimpin pemerintahan, Prabowo meminta seluruh jajaran kabinet dan aparatur negara untuk bekerja dengan niat tulus dan menjadikan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.
Minta Jajaran Tak Terpancing Kritik Nyinyir
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengimbau para pembantunya agar tidak terlalu memikirkan komentar negatif yang terus diarahkan kepada pemerintah. Ia menilai kritik yang hanya berisi ejekan tidak memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan.
Prabowo bahkan mengaku heran dengan pihak-pihak yang mengklaim diri sebagai kaum intelektual, namun justru sibuk menyerang pemerintah tanpa dasar yang jelas.
Menurut Prabowo, sebagian kritik hanya ramai di media sosial dan tidak mencerminkan kondisi di lapangan. Ia menduga, tidak sedikit pihak yang sengaja menyebarkan komentar negatif demi kepentingan tertentu.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah akan tetap fokus bekerja tanpa terganggu oleh suara-suara sumbang tersebut.
Bangga dengan Kinerja Pemerintah
Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajarannya atas capaian yang dinilai melampaui target. Salah satu contoh yang disorot adalah keberhasilan mencapai swasembada pangan lebih cepat dari rencana awal.
Target yang sebelumnya diproyeksikan tercapai dalam empat tahun, menurut Prabowo, berhasil diwujudkan hanya dalam waktu satu tahun.
Ia pun menyatakan keyakinannya bahwa soliditas dan kinerja pemerintahan saat ini akan membuat agenda pembangunan nasional terus berjalan tanpa hambatan berarti.
